RESUME JURNAL FISIKA DASAR
KESETIMBANGAN BEDA TEGAR
Oleh
Kelompok 2 :
1.
Vahad Agil Liyandri (170210101131)
2.
Suci Isnasari (170210101137)
3.
Kholifatul Jannah (170210101139)
4.
Mukholifatur Rosida (170210101145)
5.
Anggita Fitri Sukmawati (170210101152)
6.
Lutfi Yustika W. (170210101157)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN SARJANA
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
JEMBER
2017
|
KESETIMBANGAN
BENDA TEGAR
|
1
|
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Pendahuluan.
Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA.
Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :
a. KINEMATIKA = Ilmu gerak
Ilmu yang mempelajari gerak tanpa mengindahkan
penyebabnya.
b. DINAMIKA = Ilmu gaya
Ilmu yang mempelajari gerak dan gaya-gaya
penyebabnya.
c. STATIKA = Ilmu keseimbangan
Ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan
benda.
Untuk cabang
kinematika dan dinamika sudah dipelajari dikelas satu dan dua. Pada bab ini
kita akan membahas mengenai STATIKA. dan benda-benda yang ditinjau pada bab ini
dianggap sebagai benda tegar.
Definisi-definisi yang harus dipahami pada
statika.
a. Keseimbangan / benda seimbang artinya :
Benda dalam keadaan diam atau pusat massanya
bergerak dengan kecepatan tetap.
b. Benda tegar : adalah suatu benda yang tidak
berubah bentuk bila diberi gaya luar.
c. Partikel : adalah benda dengan ukuran yang dapat
diabaikan, sehingga benda dapat
digambarkan
sebagai titik dan gerak yang dialami hanyalah gerak translasi. Momen gaya :
adalah kemampuan suatu gaya untuk dapat menyebabkan gerakan rotasi. Besarnya
MOMEN GAYA terhadap suatu titik sama dengan perkalian gaya
dengan lengan
momen. λ = d . F
λ = momen gaya
d = lengan momen
F = gaya
Lengan momen : adalah
panjang garis yang ditarik dari titik poros sampai memotong tegak lurus garis
kerja gaya.


λ = F
. d
= F.l.sinα
1
|
2
|
Perjanjian tanda untuk MOMEN GAYA.
* Momen gaya yang searah jarum jam bertanda
POSITIF.
* Momen gaya yang berlawanan arah jarum jam
bertanda NEGATIF.
g. Koppel : adalah
dua gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah dan memiliki garis-garis kerja
yang berbeda.
Momen koppel terhadap semua titik sama besar,
yaitu : F . d


h. Pasangan gaya aksi - reaksi.


W1 = Gaya berat
balok W2 = Gaya berat tali Balok digantung dalam keadaan diam pada tali
vertikal.
gaya W1 dan T1 bukanlah
pasangan aksi - reaksi, meskipun besarnya sama, berlawanan arah dan segaris
kerja.
Sedangkan yang merupakan pasangan aksi - reaksi.
Macam - macam Keseimbangan.
Ada 3 macam keseimbangan, yaitu :
a. Keseimbangan translasi apabila benda tak
mempunyai percepatan linier ( a = 0 )
Σ F = 0
dapat diurai ke sumbu x dan y
Σ Fx = 0 dan Σ Fy = 0
Σ Fx = Resultan
gaya pada komponen sumbu x.
Σ Fy =
Resultan gaya pada komponen sumbu y.
2
|
3
|
Benda yang mempunyai persyaratan tersebut
mungkin :
- Diam
- Bergerak lurus beraturan.
b. Keseimbangan
rotasi, apabila benda tidak memiliki percepatan anguler atau benda tidak
berputar ( Σ λ = 0 )
Σλ = 0
Benda yang mempunyai persyaratan tersebut
mungkin :
- Diam
- Bergerak melingkar beraturan.
c. Keseimbangan
translasi dan rotasi, apabila benda mempunyai kedua syarat keseimbangan yaitu :
Σ F = 0
Σλ = 0
Dari macam-macam
keseimbangan yang telah kita ketahui tersebut maka dapat diperjelas denga uraian
berikut ini tentang :
SYARAT-SYARAT SEBUAH BENDA DALAM KEADAAN
SETIMBANG/DIAM.
a. Jika pada sebuah benda bekerja satu gaya F.
Syarat setimbang :
Pada garis kerja gaya F itu
harus diberi gaya F’ yang besarnya sama dengan gaya F itu tetapi arahnya berlawanan.
b. Jika pada benda
bekerja gaya-gaya yang terletak pada satu bidang datar dan garis kerjanya
melalui satu titik.


Syarat setimbang :
1. Gaya resultanya harus sama dengan nol.
2. Kalau dengan pertolongan sumbu-sumbu x dan y,
haruslah :
Σ Fx = 0 ; Σ Fy = 0
3
|
4
|
c. Jika pada
sebuah benda bekerja gaya-gaya yang tidak terletak pada satu bidang datar
tetapi garis-garis kerjanya melalui satu titik.
Syarat setimbang :
Dengan pertolongan sumbu-sumbu x, y dan z, haruslah
:
Σ Fx = 0 ; Σ Fy = 0 ; Σ Fz = 0


d. Jika pada
sebuah benda bekerja gaya-gaya yang tidak terletak pada satu bidang datar
tetapi garis-garis kerjanya tidak melalui satu titik.


Syarat setimbang :
Dengan pertolongan sumbu-sumbu x dan y, haruslah
:
Σ Fx = 0 ; Σ Fy = 0 ; Σ λ = 0
Momen gaya-gaya
boleh diambil terhadap sebarang titik pada bidang gaya-gaya itu. ( titik
tersebut kita pilih sedemikian hingga memudahkan kita dalam menyelesaikan
soal-soal )
* Perpindahan sebuah gaya kesuatu titik yang
lain akan menimbulkan suatu koppel.
Keseimbangan Stabil, Labil dan Indiferen (
Netral )
Pada benda yang diam (
Statis ) kita mengenal 3 macam keseimbangan benda statis, yaitu :
a. Stabil ( mantap / tetap )
b. Labil ( goyah / tidak tetap )
c. Indiferen ( sebarang / netral )
4
|
5
|
Contoh-contoh :
1. Untuk benda yang digantung.
Keseimbangan stabil : apabila gaya
yang diberikan padanya dihilangkan. Maka ia akan kedudukan semula.
Sebuah papan
empat persegi panjang digantungkan pada sebuah sumbu mendatar di P ( sumbu
tegak lurus papan ). Titik berat Z dari papan terletak vertikal di bawah titik
gantung P, sehingga papan dalam keadaan ini setimbang stabil. Jika ujung A
papan di putar sedikit sehingga titik beratnya semula ( Z ), maka kalau papan
dilepaskan ia akan berputar kembali kekeseimbangannya semula.


Hal ini
disebabkan karena adanya suatu koppel dengan gaya berat G dan gaya tegangan
tali T yang berputar kekanan. ( G = N ), sehingga papan tersebut kembali
kekeseimbangannya semula yaitu seimbang stabil.
Keseimbangan
labil
: Apabila gaya yang diberikan padanya dihilangkan, maka ia tidak akan dapat
kembali ke kedudukan semula.


Kalau titik
gantung P tadi sekarang berada vertikal di bawah titik berat Z maka papan dalam
keadaan seimbang labil Kalau ujung A papan diputar sedikit naik kekiri
sehingga titik beratnya sekarang ( Z’ ) di bawah titik beratnya semula ( Z ),
maka kalau papan dilepaskan ia akan berputar turun ke bawah, sehingga akhirnya
titik beratnya akan berada vertikal di bawah titik gantung P. Hal ini
disebabkan karena
5
|
6
|
adanya suatu
koppel dengan gaya berat G dan gaya tekanan ( tegangan tali ) T yang berputar
kekiri ( G = T ), sehingga papan turun ke bawah dan tidak kembali lagi
kekeseimbangannya semula.
Keseimbangan
indiferen : Apabila gaya yang diberikan padanya dihilangkan, maka ia akan berada
dalam keadaan keseimbangan, tetapi di tempat yang berlainan.


Kalau titik
gantung P tadi sekarang berimpit dengan titik berat Z, maka papan dalam keadaan
ini setimbang indiferen. Kalau ujung A papan di putar naik, maka gaya berat G
dan gaya tekanan T akan tetap pada satu garis lurus seperti semula ( tidak
terjadi koppel ) sehingga papan di putar bagaimanapun juga ia akan tetap
seimbang pada kedudukannya yang baru.
2.
Untuk benda yang berada di atas bidang datar. Keseimbangan
stabil :


Sebuah pararel
epipedum siku-siku ( balok ) diletakkan di atas bidang datar, maka ia dalam
keadaan ini seimbang stabil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing
bertitik tangkap di Z ( titik berat balok ) dan di A terletak pada satu garis
lurus. Kalau balok tersebut diputar naik sedikit dengan rusuk B sebagai sumbu
perputarannya, maka gaya tekanan N akan pindah ke B, dan dalam keadaan ini akan
pindah ke B, dan dalam keadan ini akan timbul suatu koppel dengan gaya-gaya G
dan
6
|
7
|
N yang berputar
ke kanan ( G = N ) sehingga balok tersebut kembali keseimbangannya semula yaitu
seimbang stabil.
Keseimbangan
labil
: Sebuah pararel epipedum miring ( balok miring ) yang bidang diagonalnya AB
tegak lurus pada bidang alasnya diletakkan diatas bidang datar, maka ia dalam
keadaan ini setimbang labil, gaya berat G dan gaya tekanan N yang masing-masing
melalui rusuk B dari balok tersebut terletak pada satu garis lurus.


Titik tangkap
gaya tekanan N ada pada rusuk N. Kalau balok tersebut diputar naik sedikit
dengan rusuk B sebagai sumbu putarnya, maka gaya tekanan N yang berputar kekiri
( G = N ), sehingga balok tersebut akan turun kebawah dan tidak kembali lagi
kekeseimbangannya semula.
Keseimbangan
indiferen : Sebuah bola diletakkan diatas bidang datar ia dalam keadaan ini seimbang
indiferen.


Kalau bola
dipindah / diputar, maka gaya berat G dan gaya tekanan N akan tetap pada satu
garis lurus seperti semula ( tidak terjadi koppel ), sehingga bola berpindah /
berputar bagaimanapun juga ia akan tetap seimbang pada kedudukan yang baru.
Kesimpulan.
Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan :
a. Kalau sebuah
benda yang dalam keadaan seimbang stabil diadakan perubahan kecil, maka titik
berat benda tersebut akan naik. ( sehingga timbul koppel )
b. Kalau pada
sebuah benda yang dalam keadaan seimbang labil diadakan perubahan kecil, maka
titik berat benda tersebut akan turun. ( sehingga timbul koppel )
7
|
8
|
c. Kalau
pada sebuah benda yang dalam keadaan setimbang indiferen diadakan perubahan
kecil, maka titik berat benda tersebut akan tetap sama tingginya seperti
semula. (sehingga tidak timbul koppel).
Jenis gaya-gaya yang menyebabkan sebuah
benda/benda seimbang.
GAYA LUAR ( gaya aksi )
GAYA -
GAYA DALAM ( gaya reaksi )
- gaya tekanan / gaya tarikan
- gaya sendi / engsel
- gaya tegangan tali
- gaya gesekan / geseran.
Gaya- gaya tersebut akan di bahas masing-masing
dalam contoh-contoh latihan soal.
8
|
9
|
LATIHAN SOAL
Hitunglah T1 dan T2 dari susunan kesetimbangan di bawah ini.


5. Hitunglah Gaya T pada susunan kesetimbangan
ini.


6. Seandainya benda-benda yang massanya mA = 20 kg dan mB = 50 kg
disusun
sedemikian
hingga terjadi kesetimbangan, dengan tg θ = 3/4 Hitunglah mC jika lantai
pada bidang miring licin sempurna.
Hitunglah 2 kemungkinan
jawab untuk mC jika bidang miring kasar dengan koefisien gesekan statis 0,3


9
|
10
|
7. Gaya 8 N, 6 N, 5 N, 3 N, 7 N, 9 N dan 4 N
bekerja terhadap persegi panjang yang
sisi-sisinya berukuran : 4 m x 2 m seperti
terlihat pada gambar.
Tentukan jumlah aljabar momen gaya dengan pusat
:
a. Titik
A b. Titik B c. Titik C d. Titik O


8. Pada sebuah batang horisontal AC yang panjangnya
10 m bekerja tiga buah gaya 3 N,
2 N dan 4 N seperti terlihat pada gambar !
Tentukan :
a. Resultan dari gaya-gaya tersebut.
b. Momen gaya yang bekerja pada sumbu-sumbu yang
melalui A, B dan C
c. Letak titik tangkap gaya Resultannya.


9. Batang AB yang
panjangnya 5 meter dan beratnya boleh diabaikan, padanya bekerja 5 buah gaya
seperti tampak pada gambar di bawah ini. Jika tg θ = 3/4.
Tentukan besar dan letak dari gaya resultannya.


10. Batang AB yang
mempunyai panjang 6 m mendapat gaya pada ujung-ujungnya seperti tampak pada
gambar. Tentukan besar dan letak gaya resultannya.


10
|
11
|
11. Sebuah batang
homogen AB panjangnya 6m dan massanya 40 kg ditahan pada kedua ujungnya. Dimana
kita harus menempatkan beban 2000 N pada batang itu agar tekanan-tekanan di A
dan B berbanding sebagai 2 : 1 . Berat batang dianggap bertitik tangkap di
tengah-tengah batang.
12. Suatu batang AB
yang homogen, massanya 30 kg, panjangnya 5 meter, menumpu pada lantai di A dan
pada tembok vertikal di B. Jarak dari B ke lantai 3 meter; batang AB menyilang
tegak Lurus garis potong antara lantai dan tembok vertikal. Berapa


besarnya gaya K mendatar
yang harus di berikan pada batang di A supaya batang tetap seimbang ? dan
Hitung juga tekanan pada A dan B.


13. Suatu batang AB
yang homogen, massanya 30 kg, panjangnya 6 meter, bersandar di atas tembok yang
tingginya 3 meter ujung A dari batang menumpu pada lantai dan berjarak 4 meter
dari tembok. Berapa besarnya gaya K mendatar yang harus diberikan pada batang
di A supaya batang tetap seimbang ? dan Hitung juga gaya-gaya tekanan pada A
dan C.




Gambar
no. 13 Gambar no. 14
14. Pada sebuah
balok kayu yang massanya 10 kg dikerjakan gaya K = 50 N yang mengarah kebawah
dan garis kerjanya berimpit dengan garis kerja gaya berat balok itu. Tentukan
letak dan besar gaya tekanan N ( gaya reaksi ) yang dilakukan bidang terhadap
balok itu.
11
|
12
|
15. Pada sebuah
balok kayu, massanya 20 kg, panjangnya 30 cm dikerjakan gaya K = 100 N ( lihat
gambar ). Tentukan letak dan besar gaya tekanan N ( gaya reaksi ) yang
dilakukan bidang terhadap balok itu.


16. Sebuah papan
berbentuk empat persegi panjang ABCD ( beratnya diabaikan ) dapat berputar pada
bidangnya disekeliling titik A sebagai sendi, AB = 4 meter ; AD = 3
meter. Persegi
panjang itu setimbang karena gaya-gaya yang bekerja pada bidang persegi panjang
itu ialah : K1 = 30 N pada titik C dengan arah BC; K2 = 150 N pada
titik D dengan arah sejajar AC ; K pada titik B dengan arah BD.
Hitunglah : a.
Besar gaya K itu b. Besar
dan arah gaya sendi.


17. Sebuah batang AB massanya 10 kg, panjangnya 6
meter. Ujung B diikat dengan tali
dan ujung tali
yang lain diikat di C pada sebuah tembok vertikal. Ujung A dari batang bertumpu
pada tembok itu juga. Dalam sikap seimbang ini tali membuat sudut 300 dengan tembok.
Tentukan : a. Gaya tegangan tali.
b. Tekanan tembok di A
c. Sudut yang dibuat batang dengan tembok.


12
|
13
|
18. Sebuah batang
dengan berat 50 N seperti tampak pada gambar di bawah ini. Berapa besar
tegangan dalam kabel pendukungnya dan berapa komponen dari gaya yang dikerjakan
oleh engsel pada batang.


19. Sebuah batang
lurus homogen AB ( massanya 10 kg ) di A dihubungkan pada tembok vertikal oleh
sebuah sendi, sehingga batang AB dapat berputar pada bidang yang tegak lurus
pada tembok. Tengah-tengah batang AB dihubungkan dengan tali pada
tembok
sedemikian sehingga tali tersebut tegak lurus pada tembok dan kencang. Batang
tersebut membentuk sudut 600 dengan tembok ke atas. Pada ujung B dari batang
digantungkan benda massanya 30 kg.
Tentukan :
a. Diagram gaya-gaya
b. Gaya tegangan dalam tali
c. Besar dan arah gaya sendi.


13
|
14
|
20. Sebuah bidang miring AB ( panjangnya 40 meter )
bersendi pada kakinya yaitu titik
A. Puncak B
bidang condong dihubungkan oleh tali BC dengan tembok vertikal yang melalui A.
Bidang miring ini bersudut 300 dengan horisontal dan tali BC arahnya mendatar.
Pada bidang miring dan tembok vertikal bersandar sebuah bola jari-jarinya 5
meter dan massanya 10 kg. berat bidang miring diabaikan.
Tentukanlah :
a. Gaya-gaya tekanan oleh bidang miring dan tembok
pada bola
b. Gaya tegangan dalam tali
c. Gaya sendi.


------o0o--------
14

Komentar
Posting Komentar